50 Kata Kata Kagum pada Seorang dalam Diam dan dari Terlalu jauh

50 Kata Kata Kagum pada Seorang dalam Diam dan dari Terlalu jauh

Tiap orang mempunyai karakter dan keunikannya masing-masing, kekhasan yang ada dalam diri seorang kadang membuat kita jadi mengagumi akan dianya. Misalkan takjub karena prestasinya, takjub karena kecerdasannya, takjub karena keelokan ternyata, dan lain-lain.

Saat ada rasa ketakjuban dengan orang lain, seringkali antara kita ekspresikan hati itu secara berbeda juga. Ada yang memuji secara terus-terang dan ada pula yang memutuskan untuk mengangumi secara sembunyi-sembunyi. Ke-2 ekpresi itu umumnya mempunyai argumen tertentu.

Seorang yang sampaikan rasa kagumnya langsung kadang ialah type orang yang paling terbuka pada hatinya. Ia yang tidak nyaman bila apa yang ia rasakan dikubur seorang diri, dan cenderung pilih menjelaskannya dengan arah orang itu tahu jika ia kagum pada dianya.

Berbeda hal sama orang yang kagum pada seorang secara sembunyi-sembunyi. Orang ini umumnya ialah orang yang pemalu, baik malu pada seseorang atau malu pada hatinya sendiri. Karena itu ia lebih memutuskan untuk merendam hati, selanjutnya berprinsip cukup tahu saja.

Tetapi berbeda kembali jika rasa takjub itu diperlengkapi dengan rasa ingin mempunyai. Umumnya orang ini cukup gengsi dan menanti saat yang pas untuk dapat mengungkapkan isi hati. sekalian doakan dari terlalu jauh, dan mengharap satu saat dapat memiliki.

Apa saja argumen kamu kagum pada seorang, jangan sampai terlalu berlebih. Kita tentu punyai pujaan semasing. Tetapi dibanding kagum pada seorang, lebih bagus kita konsentrasi ke masa datang supaya satu hari kelak kita dapat dikagumi seorang.

Kata Kata Kagum pasang4dlive pada Seorang

Untuk beberapa orang, sembunyi-sembunyi kagum pada seorang itu memengapkan. Untuk beberapa kembali itu menjadi keinginan.

Diamkan saya kagum pada tanpa menyukai.

Hanya penggemar rahasia tanpa status apapun.

Tidak mau mempunyai tetapi sekedar hanya menyukai, mengasihi, dan kagum pada.

Kita sama-sama helai senyuman tetapi tidak pernah berbicara.

Takjub dalam diam. Diam dalam keinginan.

Diam diam kagum pada, diam diam sakit sendiri.

Mengagumimu dalam diam sebagai hal yang membahagiakan buatku.

Mulut memanglah tidak pernah menjelaskan, tetapi hati selalu berteriak.

Saya mengagumimu seperti kagum pada langit pada sore hari. Cantik tetapi tidak bisa ku punyai.

Tidak sanggup mempunyai, hanya kagum pada.

Kagum pada dalam diam, berusaha dalam doa.

Saya sembunyi-sembunyi mengagumimu, Kamu sembunyi-sembunyi kagum pada seseorang.

Tidak boleh salah mengerti, saya cuman kagum pada, bukan menyukai.

Ada yang sembunyi-sembunyi kagum pada, mengambil senyuman untuk dicicipi sendiri.

Jarak aman mengagumimu ialah kagum pada sembunyi-sembunyi.

Belajarlah untuk kagum pada bukan iri, untuk beri pujian bukan membujuk, untuk menghargakan bukan mengikuti.

Kemungkinan ini jalan takdirku, kagum pada tanpa disayangi.

Kagum pada dalam diam itu caraku. Karena bukan kata tetapi hati yang bicara.

Kagum pada dari terlalu jauh, berikhtiar di sepertiga malam.

Ada yang cukup diletakkan, ada pula yang perlu diutarakan.

Kagum pada diam diam itu cantik. Karena kata mempunyai berkesan memaksakan.

Kagum pada belum pasti menyukai. Begitu juga hal menyukai belum pasti dapat mempunyai.

Cinta ialah sebuah realita buat mereka yang berani, bukan punya mereka yang cuman dapat beri pujian dalam hati, dan kagum pada dalam mimpi.

Kelihatannya memang lebih patut sekedar untuk kagum pada bukan mempunyai.

Saya diam bukan risau, sekedar hanya cari sela, bagaimana saya dapat mengagumimu yang demikian cantik.

Diam ialah opsi terbaik untuk kagum pada dibanding harus melakukan perbuatan baik lalu dibenci.

Kelamaan merendam hati dan terlampau nyaman kagum pada sembunyi-sembunyi.

Ia tidak tahu rasanya diposisiku, menyukai sendiri dalam diam, kagum pada cuman dari terlalu jauh.

Dan kagum pada seorang tidak membuat kamu harus tahu apa saja mengenainya. Bahkan mengganggu hidupnya.

Saya tak pernah menuntutmu untuk menjadi orang paling dekatku, karena kagum pada diam diam menjadi kesukaanku.

Karena saya tidak paham langkah dekatinya terkecuali merapat ke RabbNya.

Ketika sedang kagum pada seorang kamu pasti memandang ia adalah kreasi terbaik si pembuat.

Karena pada intinya merendam hati sembunyi-sembunyi pada seorang bukan hati yang dapat dipinta.

Banyak hal memang lebih bagus masih tetap ada di etalase, sekedar untuk dikagumi, tidak untuk dipunyai.

Dan mundur karena sadar diri lalu berserah karena sadarkan diri.

Saya berharap kita disandingkan tidak untuk kagum pada dalam diam, tetapi untuk sama-sama mengenali lebih dalam.

Karena hanya seseorang tidak memberi komentar tidak berarti ia tidak memerhatikan. Karena diam dapat memiliki arti kagum pada,

Sekarang ini saya cuman dapat menyaksikan mu tersenyum dari terlalu jauh, kagum pada kamu dengan ku sendiri, hati ini masih sama tidak ada yang berbeda.

Saat mereka mengulas kita sesuka hatinya, kemungkinan itu langkah mereka kagum pada kita secara berlainan.

Kagum pada seorang tidak membuat kamu mempunyai tempat untuk membuat ia seperti yang kamu ingin.

Cukup jadi penggemar rahasiamu, menyukaimu dalam dian, rindukanmu dalam doa.

Hati ini benar-benar dalam sampai saya memutuskan untuk merendam.

Usaha dan tidak berhasil lebih bagus dibanding diam pada tempat dan cuman kagum pada keberhasilan seseorang.

Sembunyi-sembunyi kagum pada. Sembunyi-sembunyi menyukai sendiri. Sembunyi-sembunyi doakan. Sampai sembunyi-sembunyi terlukai sendiri. Seperti mengasihi tetapi terkucilkan, coba jadi yang terbaik tetapi diacuhkan.

Cinta hanya buat mereka yang berani, bukan buat mereka yang cuman dapat beri pujian dalam hati kagum pada dalam mimpi.

Mudah-mudahan kita ialah dua hati yang sama-sama kagum pada, sama-sama menginginkan, dan sama-sama mendoakan.

Saya ingin jadi bumi. Meskipun tidak berkilau, bumi akan jadi tempatmu bernaung; melindungimu saat kau repot kagum pada bintang.

Tidak boleh cuman suka kagum pada seseorang, mulai untuk raih keberhasilan dan dikagumi oleh seseorang.

Pada senja, kuceritakan semua ketakjubanku tentangmu. Mengharap dia merelakanmu, memberitahukanmu mengenai bagaimana hatiku berdasar tegar pilihmu.

Saat kau berpikiran rumput tetangga lebih hijau, tetanggamu lainnya sedang sembunyi-sembunyi kagum pada rumputmu.

Saya cuman dapat kagum pada dalam diam. Saya tidak dapat mengutarakan semua rasa yang berada di hati ini. Gengsi? bukan, tetapi saya sadarkan diri.

Banyak orang terlampau kagum pada ciptaan-Nya, dan dia lupa untuk kagum pada pembuat-Nya.

Komentar