50 Kata Kata Tidak boleh Mempersalahkan Diri Sendiri dan Orang Lain

50 Kata Kata Tidak boleh Mempersalahkan Diri Sendiri dan Orang Lain

Dalam kehidupan ini, beberapa hal yang jalan tidak sesuai yang diperkirakan. Ketidakberhasilan untuk ketidakberhasilan membuat orang frustasi lalu membenci dirinya, karena itu banyak yang selanjutnya cari kambing hitam untuk kurangi sedikit rasa sedih dalam dirinya. Harus ada yang dituding, harus ada yang jadi argumen. Entahlah itu mempersalahkan kondisi, diri kita, atau seseorang.

Terkadang kekeliruan seseorang akan berasa terang daripada kekeliruan yang dibuat diri kita. Itu kenapa banyak yang menyukai mempersalahkan seseorang. Maksudnya ialah ingin cari justifikasi di atas kekeliruan yang dibuatnya. Seperti orang munafik tetapi itu realitanya.

Saat ingin mempersalahkan seseorang, terkadang kita lupa untuk bercermin, menyaksikan diri kita. Seakan-akan kita telah yang paling betul dan seseorang selalu salah. Kadang dengan argumen ketidaksamaan tingkat membuat kita secara mudah merendahkan seseorang.

Sama-sama mempersalahkan tidak menuntaskan persoalan. Oleh karenanya, saat sebelum mempersalahkan siapa saja, sebaiknya kita mawas diri lebih dulu. Sebab bisa jadi kekeliruan itu tidak terlepas dari tindakan yang kita kerjakan sendiri.

KATA KATA MENYALAHKAN DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN

Yang paling umum terjadi ialah kita mempersalahkan seseorang atas hati kita sendiri.

Percobaan2URL

Tidak boleh mempersalahkan orang yang lain mempersalahkan anda. karena mereka tidak ketahui apakah yang anda kenali.

Orang yang berpengetahuan terbatas umumnya tercepat mempersalahkan orang yang lebih tahu.

Mempersalahkan seseorang lebih gampang dibanding mengetahui kekeliruan sendiri.

Mempersalahkan seseorang untuk kelihatan betul ialah sikap beberapa orang yang belum dewasa.

Mempersalahkan seseorang ialah langkah terbaik untuk menambahkan permasalahan.

Ada yang repot mempersalahkan dan lupa benarkan.

Kadang kekeliruan tidak pernah menjadi beberapa dari niat.

Saya tidak mau mempersalahkan siapa saja. Karena untuk permasalahan hati, semuanya orang ingin berasa betul.

Saya tidak mempersalahkan seseorang untuk rasa yang saya tentukan sendiri.

Tak perlu mempersalahkan waktu dan hati, bila memang itu ingin kamu perjuangkan, usahakanlah sampai akhir.

Kadang kita kerap mempersalahkan seseorang atas kekeliruan yang kita untuk buat cari justifikasi.

Tidak perlu mempersalahkan siapa saja bila sekarang ini diri kamu terlukai, itu semua ialah jalan kehidupan yang hendak memberikan pendewasaan dan kemampuan.

Tidak ada argumen mempersalahkan seseorang. Hidupmu ialah tanggung-jawabmu. Benahi diri kita dan jadilah individu yang dewasa.

Daun yang jatuh tidak pernah mempersalahkan angin. Mengapa manusia yang patah semangat selalu mempersalahkan takdir?

Beberapa orang yang tidak belajar dari kekeliruan bukan lantaran tidak ada sesuatu hal positif didalamnya, tetapi karena mereka repot mengeluhkan dan mempersalahkan.

Tidak boleh mempersalahkan orang untuk kelihatan betul. Tidak boleh membodohkan orang untuk kelihatan pandai. Tidak boleh memperkecil orang untuk kelihatan besar.

Tiap orang bodoh dapat mengomentari, mempersalahkan dan mengeluhkan, dan umumnya pada mereka lakukan hal tersebut.

Tidak boleh mempersalahkan seseorang, kebahagiaanmu ialah tanggung-jawab diri kamu sendiri.

Hidup ialah mengenai sama-sama mengingati bukan sama-sama mempersalahkan.

Jadilah baik tanpa menjelekan. Jadilah betul tanpa mempersalahkan.

Saya tidak sukai mempersalahkan orang, karena saya tahu tiap orang tentu lakukan kekeliruan.

Yang termudah ialah mempersalahkan seseorang dan yang paling susah ialah mengaku kekeliruan diri kita.

Instropeksi diri ialah menyaksikan ke diri, tidak berarti berlaku mengadili atau mempersalahkan diri kita.

Lihatlah apa yang telah ada dalam kehidupan kita dengan mata hati, dan tidak boleh gampang mempersalahkan takdir. Yakinlah, tiap kejadian tentu ada maknanya.

Tidak ada permasalahan yang hendak usai dengan sama-sama mempersalahkan, lebih bagus sama-sama maafkan dan cari jalan keluar.

Bila memercayai orang ialah kesusahanmu, karena itu tidak boleh mempersalahkan seseorang bila mereka lakukan hal sama padamu.

Mempersalahkan seseorang atas jeleknya kehidupan, ialah reaksi alami orang yang malas membenahi hidupnya sendiri.

Saat kita mempersalahkan seseorang, kita akan kehilangan pelajaran bernilai untuk jadi lebih baik.

Berhenti sajalah mempersalahkan kondisi, kamu harus yakin jika Tuhan lebih tahu apakah yang kamu perlukan.

Pengetahuan itu luas, hati kita saja yang terlampau sempit. Karena itu tidak boleh gampang mempersalahkan orang yang lain berlainan penglihatan sama kita.

Tidak boleh mempermasalahkan kekurangan seseorang. Tidak boleh juga mempersalahkan kekurangan diri kita.

Tidak boleh sama-sama mempersalahkan, lebih bagus salahkan diri kita. Karena keelokan sama-sama mohon maaf dan maafkan ialah kunci kenyamanan dan kebahagiaan.

Diam lebih menawan dibanding repot mengadili dan mengobral kekeliruan seseorang selanjutnya lupa bercermin.

Dalam tiap persoalan seharusnya yang dicari ialah jalan keluar, bukan sama-sama mempersalahkan apa lagi benarkan.

Kerjakan apa saja dengan kekuatan terbaik yang kita punyai hingga tidak ada argumen untuk mempersalahkan diri kita.

Hidupmu ialah opsimu. Apa saja yang kau tentukan, yakinkan itu ialah yang terbaik. Jangan sampai menyesalinya atau mempersalahkan seseorang.

Orang yang luar biasa bukan yang dapat menyaksikan kekeliruan seseorang, tetapi yang dapat menyaksikan kekeliruannya sendiri saat sebelum mempersalahkan seseorang.

Manusia tidak dapat mempersalahkan semua keadaan yang tiba. Apa saja yang terjadi dalam diri kita itu tidak mengganti watak kita. Itu cuman menegaskan watak yang telah ada.

Kehidupanmu ialah buah dari perlakuan yang kamu kerjakan, berhenti sajalah mempersalahkan seseorang atau kondisi, berhenti sajalah mencari argumen, mulai penilaian diri.

Komentar