4 Langkah Membuat Management Rumah Tangga yang Baik

4 Langkah Membuat Management Rumah Tangga yang Baik

Perlahan-lahan tiap orang pasti masuk ke fase-fase yang lain dalam kehidupannya dan tidak dapat menghindari karena waktu terus jalan dan tak pernah stop

Dari tiap babak kehidupan tentunya ada risiko yang berbeda juga. Terhitung babak pernikahan dan membuat bahtera rumah tangga. Di mana secara umum suami jadi nahkoda untuk melalui bahtera rumah tangga itu, dan istri jadi eksekutor pekerjaan setiap hari.

Dalam tiap rumah tangga, tidak ada rumah tangga yang 100% prima, walau di luar terlihat kelihatan benar-benar serasi. Tentu ada kerikil-kerikil kehidupan yang menjejal dalam tiap keberlangsungan rumah tangga.

Walau ini juga bergantung, dengan bagaimana anda dan pasangan menanggapinya. Sekecil apa saja kerikil akan berkesempatan memunculkan risiko persoalan dalam sebuah keluarga.

Karenanya untuk anda yang jalani bahtera rumah tangga seharusnya mempunyai pengetahuan management dalam berumah-tangga. Dan memang kesuksesan management rumah tangga benar-benar bergantung dari karakter keluarga semasing.

Maknanya walau rumus dan teorinya sama, tetapi belum pasti dapat sukses diaplikasikan kesemua keluarga.

Dari sejak awalnya dua individu putuskan berumah-tangga, seharusnya mengulas terang mengenai management rumah tangga ini, supaya bisa meminimalkan cek-cok dalam rumah tangga, apa lagi lebih jauh dapat berpengaruh pada perpisahan.

Management rumah tangga sebetulnya tidak susah-sulit benar-benar, pokoknya yang perlu ialah memahami kuncinya. Loyalitas dan sama-sama pemahaman jadi hal yang jangan dilalaikan untuk jalankan management rumah tangga. Berikut lebih detil mengenai langkah management rumah tangga.

1. Buat Ketentuan Main Yang Terang Dengan Pasangan

Tidak boleh terlatih merendam persoalan atau keluhan sendiri dalam hati dari tiap persoalan keluarga. Seharusnya selekasnya dibahas, saat anda mengetahui ada persoalan yang muncul. Umumnya ini bisa menjadi borok dalam keluarga karena tidak ada komunikasi yang terang.

Info Source

Apa lagi bila kalian sama-sama menghindari, karena hanya argumen untuk keserasian keluarga. Walau sebenarnya anda sebetulnya sedang simpan bom waktu, yang kapan pun dapat meletus dan ledakannya dapat merusak apa, yang semestinya tak perlu remuk.

Karenanya anda dan pasangan harus membuat ketentuan main yang terang untuk mengulas tiap persoalan yang ada.

Contoh jika anda sebagai istri yang bekerja full sepanjang hari atau nine to five, tidak mempunyai pendamping rumah tangga dan suami karyawan nine to five. Anda harus membahas ke suami supaya keadaan di rumah tidak terlewatkan.

Bikinlah ketentuan main untuk pembagian kerja, seperti siapakah yang bersihkan rumah, siapakah yang mengolah, siapakah yang mengantarkan dan jemput anak sekolah, dan lain-lain.

Upayakan akhir minggu ialah hari keluarga yang tidak dapat terganggu tuntut untuk masalah lain. Saat itu anda dan pasangan dapat sama-sama share narasi dan persoalan, apapun saja yang dilewati sepanjang satu minggu penuh ini.

Hingga jalinan dalam keluarga makin hangat dan dekat. Dengan demikian komunikasi akan makin lancar, mengulas apapun saja yang penting diperbarui di kehidupan berumah-tangga supaya bisa abadi sampai hari tua.

2. Mengatur Management Keuangan

Management keuangan usaha yang kemungkinan anda dalami saat kuliah berbeda dengan management keuangan di kehidupan keluarga.

Karena management keuangan dalam keluarga didasari dengan rasa cinta dan kerelaan dari dalam hati yang terdalam dan tanpa maksud tertentu saat uangnya dipakai bersama untuk kebutuhan keluarga.

Karenanya dalam management keuangan keluarga, anda harus mengerti dan paham keadaan masing-masing pasangan. Karena dalam masalah ini anda tidak berbicara berkenaan untung dan rugi sebuah usaha, tetapi lebih persisnya ialah keberlangsungan keluarga untuk tetap bertahan.

Dalam beberapa kasus perpisahan yang terjadi, permasalahan khusus banyak disebabkan karena permasalahan keuangan. Permasalahan keuangan ini benar-benar peka, karenanya membutuhkan pengatasan yang lebih ekstra dan berhati-hati.

Pernyataan sebelum menikah, Uangmu ialah uangku, uangku ialah uangmu. Rupanya saat masuk tempat rumah tangga yang sebenarnya jadi tidak berlaku kembali. Karena seringkali cek-cok yang terjadi di dalam rumah tangga disebabkan karena persoalan keuangan.

Jika anda seorang istri yang tidak bekerja, anda membutuhkan ketrampilan management keuangan agar jalani kehidupan berumah-tangga sebagai yang mana diharap si suami, yakni supaya istri dapat manfaatkan uang pemberiannya dengan optimal.

Karenanya anda harus memahami membuat penskalaan keuangan dengan jelas, terbuka dan imbang dari pendapatan suami anda.

Apa lagi jika suami anda memperolehnya uang itu dengan kerja keras. Janganlah sampai anda menghambur-hamburkannya dengan percuma, bahkan alami minus. Tentunya akan memunculkan persoalan baru dalam keluarga.

Untuk jaman saat ini, bukanlah hal yang aneh menjumpai si istri yang turut berperan serta dalam cari pendapatan tambahan. Entahlah karena pendapatan si suami ngepas atau karena ia type seorang wanita karyawan keras.

Ada saatnya pendapatan si istri semakin besar dari suami, begitupun kebalikannya. Karenanya dalam kasus ini, seharusnya buat persetujuan yang terang.

Contoh uang siapakah yang dipakai untuk bayar bill listrik, air, ongkos makan, dan lain-lain. Dan uang siapakah yang dipakai untuk bayar keperluan sekolah anak, seperti uang spp, les, buku, dan lain-lain.

Apa saja persetujuan yang dibikin, pokoknya harus dapat sesuaikan dengan keadaan masing-masing pasangan sama seperti yang disebut pada awal.

3. Berikan Pengajaran Anak Yang Terbaik

Jangan dibiarkan anak tumbuh dalam ketidaktahuan karena sikap, sikap dan pertimbangan ke-2 orang tuanya yang sama-sama kebalikannya di mata anak. Dalam rumah tangga, terkadang permasalahan remeh menjadi permasalahan besar.

Sebagai contoh, sikap si ibu yang selalu ingin menganakemaskan anak, kebalikannya dengan sikap si ayah yang selalu ingin mengaplikasikan keterdisiplinan ekstra keras.

Pada akhirnya dalam ketidaktahuan sikap ke-2 orang tuanya ini, si anak tumbuh dalam logikanya sendiri. Jadi tidak jarang-jarang, mereka terjerat dalam kenakalan remaja, karena tidak ada panutan yang kuat dan ketidak-dekatannya dengan orangtua.

Jadi orang tua, anda dan pasangan seharusnya agar lebih terang membuat ketentuan main untuk anak-anak, baik di rumah dan di luar rumah.

Pembelajaran mereka apapun saja sebagai hak dan kewajiban mereka, bagaimana mereka harus berlaku, dan sudah pasti anda dan pasangan harus memilihkannya sekolah yang pas untuk anak-anak supaya mereka bisa tumbuh dan mendapati jati diri yang sebenarnya.

4. Menghargai Tiap Ketidaksamaan

Dalam sebuah keluarga yang utuh, tidak harus semua mempunyai watak dan penglihatan yang selalu sama, begitupun dengan hoby.

Kemungkinan pasangan anda menyenangi bermain basket, tetapi anda tidak. Anak-anak anda, ada yang menyukai dengarkan musik, menari, atau hoby yang lain. Tidak harus terasa terusik dengan hoby masing-masing bagian keluarga.

Menghargai dan beri waktu untuk mereka untuk nikmati hobynya semasing. Asal itu tidak mengusik tugas dan kebersama-samaan dalam keluarga. Dan saat lagi hobynya positif, tidak ada salah anda men-support mereka.

Pemahaman dan komunikasi akan menolong tingkatkan kehangatan dalam keluarga, hingga semakin lebih gampang untuk anda mengaplikasikan management keluarga di kehidupan berumah-tangga menjadi keluarga yang kompak, baik dari segi materil dan rohani.

Komentar