13 Panduan Berlibur Saat Babymoon yang Aman dan Nyaman

13 Panduan Berlibur Saat Babymoon yang Aman dan Nyaman

Anda pernah dengar istilah babymoon? Ya, ini seperti honeymoon tetapi saat si istri sedang memiliki kandungan. Kedatangan bayi dalam sebuah rumah tangga umumnya ialah hal yang paling dinanti-nantikan dan menyenangkan sekali buat pasangan, terlebih buat pasangan yang sedang mengidamkan anak.

Jika zaman dahulu ibu hamil semakin banyak disuruh istirahat saja di dalam rumah, sekarang telah semakin banyak ibu-ibu yang memutuskan untuk liburan bersama si suami untuk rayakan kehamilan mereka. Ditambah saat-saat kehamilan pertama bisa saja periode ‘terakhir' untuk habiskan waktu berdua dengan suami karena sesudah melahirkan karena itu kegiatan rutin bertambah dan waktu berdua akan menyusut karena aktivitas mengurusi bayi.

Nach, tentu saja berlibur saat hamil sedikit berlainan ya karena factor keamanan dan kenyamanan itu penting. Berikut akan membahas mengenai panduan liburan sepanjang hamil atau babymoon yang aman buat ibu dan bayi.

1. Tanyakan Ke Dokter Ditambah Dulu

Bila doktermu ngomong kehamilanmu sehat dan aman, well, selamat! Anda tinggal berencana berliburmu bersama si suami. Yakinkan Anda telah konsultasi sampai habis dengan doktermu mengenai resiko yang hendak Anda temui dan hal apa yang perlu Anda siapkan untuk liburan.

Info Source

Tidak boleh malu menanyakan agar kelak tidak kekurangan informasi. Umumnya Anda akan dibuatkan surat info sehat dari dokter yang dapat Anda pakai saat cek in di lapangan terbang (jika Anda gagasannya akan melancong dengan pesawat).

2. Jauhi Beberapa tempat yang Mempunyai Resiko Penyakit Epidemik

Sebesar apa saja kemauanmu untuk liburan ke satu lokasi yang resiko penyakit epidemiknya tinggi (misalkan tinggi risiko penyakit malaria atau penyakit yang lain) dan berapa saja bujet yang Anda persiapkan, jauhi beberapa tempat yang mencelakakan kesehatanmu dan janin.

Lebih bagus tentukan lokasi yang telah terjaga keamanannya dan relatif aman untuk ajak bayi dan anak-anak. Walau kemungkinan tempatnya super bagus, sia-sia saja kan jika cocok berlibur hatinya khawatir?

3. Gunakan Sabuk Pengaman Cukup ke Bawah

Bila Anda berkendara, gunakanlah sabuk pengaman dengan tali pundak di atas tulang selangka dan tali sisi bawah di bawah perut serendah kemungkinan pada pinggul. Ini akan membuat perlindungan Anda dan perut Anda jika terjadi kecelakaan. direferensikan untuk ibu hamil supaya mengoptimalkan jarak di antara badan dengan dasbor atau roda setir.

4. Check Sarana Kesehatan

Saat mempelajari lokasi yang hendak dituju, mencari tahulah akses ke sarana klinis yang berkualitas di dekat wilayah itu. Yakinkan Anda menulis informasi contact untuk rumah sakit paling dekat.

5. Pilih Tempat Berlibur Lokal

Babymoon atau liburan saat hamil yang sekarang sedang trend ini sebagai saat pas di mana ibu dapat nikmati waktu santai bersama si suami. Nach, supaya saat bersantaimu lebih optimal, upayakan mencari tujuan yang tidak susah dicapai dan durasi waktu perjalanannya tidak begitu panjang (tidak lebih dari 4 jam).

Jika Anda dan pasangan ialah type pasangan petualang yang awalnya suka menelusuri beberapa tempat yang baru, jauh dan eksotik untuk berlibur, ini kali kalian dapat atur berlibur kalian supaya lebih rileks dan santai. Dapatkan tujuan-destinasi yang memungkinkannya kalian untuk santai semakin banyak dibanding tujuan yang mewajibkan kalian melakukan aktivitas berat (memanjat gunung misalkan).

Jika Bali terlampau mainstream, kalian kemungkinan dapat bermain-main ke Pulo Cinta yang berada di Gorontalo. Tidak perlu jauh ke Maldives untuk nikmati santai di pinggir lautan, kan?

6. Check Limitasi yang Ada

Bila Anda traveling dengan pesawat, check maskapal yang dipakai untuk pastikan jika ibu hamil bisa naik ke pesawat. Umumnya dokter menjelaskan aman saja untuk ibu hamil untuk naik pesawat sampai umur kandungan 36 minggu.

Tapi penerbangan mempunyai beragam limitasi, terhitung peraturan yang lain untuk perjalanan lokal dan internasional. Lajur pelayaran mempunyai batas juga. Cari info info tentang ini saat sebelum lakukan pemesanan ticket.

7. Pilih Tempat Pemondokan atau Resor

Seharusnya jauhi tempat dengan cuaca yang terlampau berlebihan, contoh terlampau panas atau terlampau dingin karena pasti kurangi kenyamanan berliburmu dengan suami. Ibu hamil biasanya bisa lebih cepat berasa kepanasan dibandingkan saat tidak hamil hingga lokasi yang sejuk semakin nyaman buat ibu. Dasarnya sich yakinkan berliburmu senyaman mungkin.

Maksudnya kan buat santai, jadi ya janganlah sampai berlibur justru buat depresi. Begitupun dengan resort tempatmu bermalam, tidak harus mahal sich tetapi yakinkan tempatmu bermalam nyaman, aman, bersih dan pas buat santai . Maka, resort nanti bukan sekedar tempat menumpang tidur saja.

8. Minimalkan Waktu Berlibur

Waktu transit yang lama atau waktu melancong naik mobil lebih dari 10 jam sangat tidak dianjurkan. Sebaiknya Anda pilih lokasi yang tidak membutuhkan kebanyakan usaha. Sebagai contoh, kemungkinan Anda dapat pilih lokasi di dekat rumah Anda, tetapi yang belum pernah didatangi awalnya.

9. Yakinkan Darah Terus Terpompa

Tidak perduli dengan apa saja Anda traveling, coba untuk berdiri dan bergerak tiap satu atau dua jam untuk menolong perputaran, dan coba tidak untuk silangkan kaki Anda, untuk akan kurangi resiko aglutinasi darah. Mengusung kaki akan menolong menahan bengkak dan kram kaki.

10. Berlibur Saat Trimester Ke-2

Simpel saja, karena biasanya periode trimester ke-2 janin telah semakin kuat dan saat-saat morning sick telah terlintasi ataupun lebih mendingan dibanding periode kehamilan trimester pertama. Trimester ke-3 ialah saat-saat yang riskan karena di trimester ini Anda dapat melahirkan setiap saat, jadi seharusnya sich jauhi melancong ketika telah hamil besar ya.

Disamping itu perut umumnya telah besar sekali dan keluh kesah periode hamil telah semakin bertambah banyak, jadi melancong bisa saja kurang nyaman di trimester ini.

11. Setujui Beberapa Hal

Yakinkan Anda dan pasangan sudah menyetujui akan bertandang kemana-mana. Anda harus percaya jika arah yang ingin dikunjungi bisa membahagiakan kedua pihak hingga Anda dapat santai dan nikmati waktu bersama.

12. Makanan dan Minuman

Tidak boleh mentang-mentang berlibur terus makan dan minumnya sewenang-wenang ya. Ingat, ada kehidupan lain dalam diri kamu yang perlu dijaga, jadi minuman dan makanan penting sekali nih untuk Anda lihat. Masih tetap jauhi makanan yang tidak higienis, mentah atau beralkohol dan cafein.

Minum air putih juga harus benar-benar banyak supaya tidak dehidrasi. Janganlah lupa masih tetap teratur konsumsi vitamin yang disarankan dokter. Better safe than sorry, mam.

13. Keselamatan Nomor Satu

Traveling memunculkan banyak rintangan untuk ibu hamil. Yang terpenting ialah keselamatan, jadi yakinkan Anda bicara sama dokter Anda saat sebelum pesan ticket ke Thailand (terutamanya bila Anda hamil lebih satu bayi atau Anda ada dalam resiko tinggi; tidak boleh sedih bila dokter tidak ingin Anda jauh dari rumah).

Komentar